Tarif Listrik di Atas 1.300 VA akan Berubah pada Januari 2015

coretan murid
Listrik
Tarif Dasar Listrik (TDL) di delapan golongan akan secara otomatis berubah pada Januari 2015. Pemerintah mulai 1 Januari 2015 memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis (automatic tariff adjustment) lanjutan terhadap delapan golongan pelanggan.
Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman, mengatakan kedelapan golongan, yakni :
  1. Rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA. 
  2. Rumah tangga R2 dengan daya 2.200 VA. 
  3. Rumah tangga R2 dengan daya 3.500-5.500 VA. 
  4. Golongan pelanggan industri I3 dengan daya di atas 200 kVA. 
  5. Golongan pelanggan industri I4 dengan daya di atas 30 ribu kVA. 
  6. Kantor pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA. 
  7. Penerangan jalan umum P3.
  8. Golongan pelanggan layanan khusus. 
Jarman menegaskan, kedelapan golongan tersebut sudah tidak diberikan subsidi listrik per 1 November 2014.


Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, dengan tarif listrik secara otomatis lanjutan, maka tarif listrik akan fluktuatif. Besaran tarif akan mengikuti sejumlah indikator, yaitu kurs dolar AS, harga rata-rata minyak Indonesia (ICP), dan inflasi. ICP berpengaruh karena harga gas biasanya dikaitkan dengan subsidi.


Dia melanjutkan, dengan begitu, apabila ketiga indikator itu berubah, harga listrik juga mengikuti. ''Sehingga bila kurs dolar AS naik, tarif listrik naik demikian sebaliknya,'' katanya, Kamis (4/12). Aturannya, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 31 Tahun 2014 tentang tarif listrik.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis terhadap empat golongan pelanggan pada pertengahan tahun ini. Pertama, golongan rumah tangga R3 dengan daya 6.600 VA ke atas. Kedua, Golongan B3 dengan daya di atas 200 KVA. Ketiga, golongan B2 dengan daya 6.600 VA-200 KVA. Keempat, golongan kantor pemerintahan P1 dengan daya 6.600 VA-200 kVA.



sumber : republika.co.id
Previous
Next Post »

SMS Center

0858 9000 0067
0853 160000 37
0858 9000 0087

0877 8000 0536
0877 8000 0537

0853 1600 0067
0838 077 666 68
0838 077 666 69
0897 2222 599
0897 2222 899